Sunday, December 11, 2016
Masuk

NASIB PETANI TOMAT SEMAKIN TERPURUK


Nasib para petani tomat 01/2013 Nasib petani tomat semakin terpuruk.
26 Januari 2013 08:29 WIB
NASIB PETANI TOMATPetani hortikultura, terutama tomat sayur dan buah, di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Semakin Terpuruk. Selain harga jual yang terus jatuh di tingkat petani, produktivitas pun turun akibat serangan hama busuk buah.

Subakir (40), petani di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (26/12), mengatakan, produksi tomat turun hingga 60 persen. Oleh karena itu, hanya 40 persen tomat yang dapat dipanen pada musim panen di pengujung tahun ini.

”Tanaman diserang hama busuk buah. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem, yang membuat curah hujan tinggi selama beberapa hari ini,” kata Subakir.

Menurut dia, cuaca ekstrem membuat kelembaban yang tinggi sehingga mempercepat pembusukan daun. ”Lambat laun merembet ke buah,” lanjutnya.

Akibat serangan hama busuk buah, setiap hari tomat yang bertumpuk-tumpuk terpaksa dibuang. Dari luas lahan sekitar 1,5 hektar, dalam sehari, Subakir mengaku bisa mengumpulkan 50 kilogram tomat busuk.

Kondisi serupa juga dialami Sunar (40), petani di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. ”Jika pada musim panen sebelumnya per hektar mampu menghasilkan minimal 7 ton tomat, sekarang ini sulit untuk dapat 3 ton saja,” ujarnya.

Apalagi, harga jual tomat di pasar pun tidak bisa lagi naik untuk mendongkrak pendapatan petani. Padahal, harga di tingkat petani justru sangat rendah, yaitu rata-rata setiap kilogramnya Rp 1.000-Rp 1.500.

Menurut Sunar, hal ini karena stok tomat yang cukup melimpah pascapanen musim tomat lalu. ”Panen tomat pada akhir tahun lalu, harga sayuran, termasuk tomat termasuk tinggi. Di tengkulak, harganya bisa sampai Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram. Ini membuat petani tergiur sehingga ramai-ramai menanam tomat,” ungkap Sunar.

Sementara dari pemantauan harga di Pasar Agribis Kecamatan Plaosan, ketersediaan sayur-mayur cukup melimpah. Memasuki panen raya, hampir semua petani menanam semua komoditas, seperti tomat, kubis, dan wortel. Dengan kondisi ini, harga-harga sayur-mayur akan turun karena pasokannya berlebih.

Yatimul (35), salah satu pedagang, juga mengakui turunnya harga sayur-mayur, seperti kubis yang menjadi Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram. (NIK)

FAEDAH JAYANASIB PETANI TOMAT SEMAKIN TERPURUK



PETANI TOMAT DI GARUT RUGI AKIBAT HARGA ANJLOK
INFO HARGA TOMAT
INFO PETANI TOMAT
BUDI DAYA TOMAT HIBRIDA

Copyright © 2016, Distributor Indonesia - All Rights Reserved. SEO Powered by Master Seo from CV. Faedah Jaya.