Sunday, December 11, 2016
Masuk

NASIBNYA PETANI TOMAT


Nasib petani tomat 01/2013 Nasibnya petani tomat.
23 Januari 2013 13:54 WIB
NASIBNYA PETANI TOMATBupati Kerinci Murasman sangat prihatin dengan petani tomat di Kabupaten Kerinci, pasalnya harga tomat awal Tahun 2011 jauh anjlok, hal ini sangat memprihatinkan kepada petani yang ada didaerah tersebut.

Ribuan ton tomat asal Kecamatan Gunung Raya terbuang percuma, sebagian dari petani membiarkan buah tomat tertinggal dibatang tanpa dipanen. Hal itu mereka lakukan lantaran rendahnya harga tomat dipasaran yakni hanya Rp. 200/Kg, dan sangat tidak seimbang dengan biaya produksi yang telah mereka keluarkan.

Menurut petani, rendahnya harga tomat disamping musim panen berbarengan dengan petani tomat didaerah Curup, juga dikarenakan buruknya jalan menuju Provinsi Jambi.

Akibat lamanya tomat melewati perjalanan dari Kerinci ke Jambi, membuat buah tomat tidak segar lagi dan harganya jadi anjlok.
“Terlalu lama dalam perjalanan, sehingga buah tomat yang kita bawa tidak segar lagi. Akibat buah tidak segar, pembeli kurang berminat dan membuat harganya anjlok,” ujar Supriadi, Sekretaris Kelompok Tani Mandiri Desa Sungai Hangat, Kecamatan Gunung Raya.


Dikatakan Supriadi, dari pada petani mengalami kerugian lebih besar lagi karena harus mengeluarkan biaya panen, mereka lebih memilih membiarkan buah tomat tanpa dipanen tinggal dibatangnya. Petani mengaku tidak mau rugi untuk yang kedua kalinya, sehingga mereka lebih memilih membuang dan memusnahkan tanaman tomat ketimbang panen. Karena harga jual sangat tidak menguntungkan, bahkan lebih tinggi ongkos panen dari nilai jual.

Harga Tomat saat ini mencapai harga terendah sejak puluhan tahun terakhir, yakni hanya Rp. 200/Kg. Sehingga banyak petani yang merugi,” katanya. Dikatakan Supriadi, ada ratusan hektare ladang tomat di Kecamatan Gunung Raya tidak dipanen pemiliknya. Karena ongkos panen dan biaya angkat cukup tinggi, belum lagi beli kotak seharga Rp. 10.000/buah. Sementara kotak itu sendiri hanya muat sekitar 70 Kg tomat, dengan menghasilkan uang sekitar Rp. 14.000.

“Mana bisa kembali modal, karena petani harus lagi mengeluarkan upah panen. Ini sangat dikeluhkan petani daerah sini,” ungkapnya. Bupati Kerinci H. Murasman menanggapi keluhan petani tomat, mengatakan akan mengupayakan pengolahan tomat jadi saos dibangun di Kabupaten Kerinci. Dia meminta agar hal itu dilakukan Dinas Perindag dan ESDM Kerinci, untuk membantu petani tomat memasarkan hasil pertanian mereka.

Disamping itu, Bupati juga mengatakan jika memang keluhan petani tomat adalah buruknya jalan Provinsi, dia akan berupaya menyampaikan keluhan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

“Memang benar jalan Kerinci-Bangko saat ini masih cukup buruk, dan memakan waktu lama melaluinya. Kita akan minta kepada Pak Gubernur supaya memprioritaskan jalan kerinci, sebagaimana yang beliau janjikan waktu pembukaan FMPDK,” sebut Bupati Kerinci.

KATEGORI TERKAIT :  NASIBNYA PETANI TOMAT



NASIB PETANI TOMAT SEMAKIN TERPURUK
INFO HARGA TOMAT
INFO PETANI TOMAT
BUDI DAYA TOMAT HIBRIDA

Copyright © 2016, Distributor Indonesia - All Rights Reserved. SEO Powered by Master Seo from CV. Faedah Jaya.