Pestisida


Pestisida adalah secara umum diartikan sebagai bahan kimia dan organik beracun, yang digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit. Pestisida telah cukup lama digunakan terutama dalam bidang kesehatan dan bidang pertanian.

Penggunaan Pestisida
Pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern yang mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Beberapa abad terakhir, penggunaan pestisida telah meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Penggunaan dengan cara yang tepat dan aman adalah hal mutlak yang harus dilakukan mengingat walau bagaimanapun, pestisida merupakan bahan yang beracun. Penggunaan pestisida bertujuan untuk menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara cepat dibandingkan dengan pengendalian lainnya. Pestisida sangat berguna untuk petani, dengan pestisida dapat mencegah serangan OPT dan hasil panen akan meningkat.

Jenis Pestisida
Berikut daftar jenis pestisida dan kegunaannya:

Fungisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan serangan jamur dan cendawan pada tanaman yang menyebabkan penyakit seperti Busuk Daun akibat Phytophthora dan Bercak Ungu akibat Alternaria Porii. Bahan aktif yang digunakan dalam fungisida bermacam-macam tergantung jenis jamur yang akan dimusnahkan. Beberapa contoh bahan aktif fungisida adalah Bacillus Thuringlensis, Benomil, Difenokozanol, Klorotalonil, Propineb, Simoksanil, dan Tembaga. Produknya antara lain Acrobat 50WP, Antila 80WP, Bion M 1/48WP, Dakonil 75WP, Ridomil 4/64WG, Saromyl 35SD, dan Ziflo 90WP.

Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan serangga pengganggu seperti wereng, pengerek buah, lalat buah, dan thrips. Contoh bahan aktif pada insektisida adalah Asefat, Beta Siflutrin, Lamda Sihalothrin, Metomil, Profenofos, dan Piridaben. Beberapa produk insektisida yang tersedia antara lain Avidor 25WP, BM Promag 75SP, Catleya 500EC, Diazinon 60EC, Krenadan 3GR, Ludo 310EC, dan Taruna 400SL.

Herbisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu. Isopropilamina Glifosat, Oksifluorfen, dan Parakuat Diklorida adalah beberapa bahan aktif yang biasa digunakan pada herbisida. Produk-produknya sendiri antara lain Ally Plus 77WP, Gempur 480XL, Gramoxone 276SL, Golma 240EC, Roundup 486SSl, dan Sandoup 480SL.

Bakterisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan bakteri yang menyebabkan penyakit tanaman seperti busuk bakteri dan layu bakteri. Bahan aktif seperti Oksitetrasiklin dan Streptomicin Sulfat terbukti ampuh melawan bakteri tanaman. Contoh produknya adalah Agrept 20WP, Bactoxyn 150AL, dan Plantomycin 7SL.

Moluskisida adalah pestisida yang digunakan untuk mengendalikan hewan golongan siput atau moluska termasuk bekicot, keong, dan lintah. Produk moluskisida yang tersedia adalah Siputox 5G dan Toxiput 5GR. Yang terakhir adalah Akarisida yang merupakan pestisida untuk mengendalikan tungau dan kutu. Produknya Samite 135EC.

Perekat/Pembasah adalah pestisida yang digunakan untuk membantu penyebaran pestisida secara lebih merata dan mencegah lunturnya pestisida saat hujan, mengandung bahan polyether, alkylated, dll. Produknya beragam seperti Agrostik, Neon Z, Pro sticker, dan Fox Up.

Kalsium adalah pestisida yang digunakan untuk membantu mencegah penyebaran jamur dan sebagai nutrisi mineral ini berfungsi menguatkan tanaman termasuk mencegah kerontokan bunga dan buah. Kekurangan kalsium bisa menyebabkan tanaman kuning, layu, dan busuk. Produk-produk kalsium seperti Agrical, Moo, TawaCal 58, dan Grical juga mengandung mineral-mineral lain seperti Magnesium, Boron, Ferum, Acid Insoluble, dan lain-lain.

Fungsi dan Cara Kerja Pestisida
Setiap pestisida memiliki cara kerja yang berbeda-beda, berikut penjelasannya:

Racun Kontak memiliki kinerja yang baik bila terkena atau kontak langsung pada hama atau penyakit sasaran.

Racun Sistemik memiliki kinerja yang baik bila racun yang disemprotkan ke bagian tanaman sudah terserap masuk ke dalam jaringan sel tanaman. Hama jenis serangga dan lainnya akan mati kalau sudah memakan atau menghisap cairan tanaman yang sudah menyerap racun. Racun sistemik sangat cocok untuk mengendalikan serangga penghisap atau serangga yang sulit dikendalikan menggunakan racun kontak.

Racun Pernafasan memiliki kinerja yang baik bila terhisap melalui organ pernafasan. Aplikasi penyemprotan yang paling efektif ketika hama sasaran sedang berada puncak aktifitasnya, sehingga dengan pernapasan yang semakin cepat maka semakin banyak pula racun yang dihisap. Untuk jenis racun pernafasan hanya ada pada pestisida jenis insektisida.

Racun Perut/Racun Lambung memiliki kinerja yang baik bila pada bagian tanaman yang telah disemprot akan termakan oleh hama sasaran.

Memilih Pestisida
Dalam memilih pestisida alangkah baiknya bila menyesuaikan dari kebutuhan tanaman, Dari apa dan jenis apa yang menjadi kebutuhan tanaman saat ini, mahal belum tentu baik, murah belum tentu buruk, semua tergantung dari kebutuhan tanaman.

Kembali ke Halaman